iwan bhs nulis blog
  • Home
  • EjoFC
  • Social
  • Features
  • Contact Us
Komunikasi Yang Efektif
Ada lima komponen atau unsur penting dalam komunikasi yang harus kita perhatikan. Kelima unsur tersebut adalah: pengirim pesan (sender), pesan yang dikirimkan (message), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (communication channel), penerima pesan (receiver), dan umpan balik (feedback). Pesan tersebut disampaikan melalui suatu media komunikasi, sehingga dapat diterima dengan baik oleh si penerima, dan menghasilkan umpan balik yang berguna bagi si pengirim pesan. Yang dimaksud media komunikasi di sini bukan hanya berupa percakapan secara langsung dengan menggunakan suatu bahasa yang dapat dimengerti, melainkan segala hal yang dapat membuat individu saling berinteraksi dan saling mengerti mengenai pesan apa yang akan disampaikan, sehingga tidak terjadi salah penafsiran mengenai isi dari pesan tersebut. Media komunikasi tersebut bisa juga berupa isyarat melalui gerakan tubuh, morse, maupun melalui alat bantu seperti surat, gambar, serta alat bantu visual lainnya.

Untuk dapat membangun kerjasama dalam sebuah tim, diperlukan komunikasi antar anggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai. Pernahakan kita membayangkan apa yang terjadi dalam suatu tim apabilla setiap anggota tim tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan anggota tim lainnya? Seberapa pun hebatnya kemampuan individu dalam suatu tim, mereka tidak akan ada gunanya apabila tidak dapat berkomunikasi antara yang satu dengan lainnya. Mereka hanya akan menjadi sebuah kelompok yang tidak tahu ke mana arah yang akan dituju. Keahlian mereka akan menjadi sia-sia apabila mereka tidak dapat mengkomunikasikannya dengan orang lain. Seperti yang telah dikatakan oleh William Shakespeare ”No man is lord of anything, though in and of him there be much consisting, till he communicate his part to other.” Contoh nyata yang sering kita lihat adalah pada pertandingan sepak bola. Sering kali pada pertandingan sepak bola, di mana terdapat suatu tim yang bertabur bintang dengan skill individu yang tinggi kalah oleh sebuah tim yang berisikan pemain dengan kemampuan skill individu yang tidak begitu menonjol. Apa yang menyebabkan tim tersebut dapat menang? Komunikasi yang baik dan saling pengertian antarpemain dalam tim tersebutlah yang menyebabkan tim yang diisi oleh pemain yang memiliki skill rata-rata dapat berubah menjadi tim yang hebat dan menakutkan. Hal ini telah diakui oleh pelatih sepak bola manapun di dunia ini. Mereka mengakui bahwa skill individu merupakan hal yang penting, tetapi ada hal yang lebih penting dalam suatu tim sepakbola; yaitu kerjasama tim, kesadaran akan tugasnya masing-masing dan saling pengertian antarpemain tim tersebut.
Prinsip dasar yang harus kita perhatikan dalam berkomunikasi dapat kita rangkum dalam satu kata, yaitu REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble), yang berarti merengkuh atau meraih. Hukum pertama dalam berkomunikasi adalah Respect. Respect merupakan sikap hormat dan sikap menghargai terhadap lawan bicara kita. Kita harus memiliki sikap (attitude) menghormati dan menghargai lawan bicara kita karena pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan orang tersebut. Samuel Johnson mengatakan bahwa ”There will be no RESPECT without TRUST, and there is no trust without INTEGRITY.”
Hukum kedua adalah Empati, yaitu kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima. Prinsip dasar dari hukum kedua ini adalah ”Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.” ”Seek first to understand then be understood to build the skills of emphatetic listening that inspires openness and trust.” (Stephen Covey)
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan atau pun umpan balik apa pun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.
Hukum ketiga adalah Audible. Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Kunci utama untuk dapat menerapkan hukum ini dalam mengirimkan pesan adalah:
  1. Buat pesan Anda mudah untuk dimengerti
  2. Fokus pada informasi yang penting
  3. Gunakan ilustrasi untuk membantu memperjelas isi dari pesan tersebut
  4. Taruhlah perhatian pada fasilitas yang ada dan lingkungan di sekitar Anda
  5. Antisipasi kemungkinan masalah yang akan muncul
  6. Selalu menyiapkan rencana atau pesan cadangan (backup)
Hukum keempat adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan (Clarity). Pesan yang ingin disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity juga sangat tergantung pada kualitas suara kita dan bahasa yang kita gunakan. Penggunaan bahasa yang tidak dimengerti, akan membuat isi dari pesan kita tidak dapat mencapai tujuannya. Seringkali orang menganggap remeh pentingnya Clarity, sehingga tidak menaruh perhatian pada suara (voice) dan kata-kata yang dipilih untuk digunakan. Beberapa cara untuk menyiapkan pesan agar jelas yaitu:
  1. Tentukan goal yang jelas
  2. Luangkan waktu untuk mengorganisasikan ide kita
  3. Penuhi tuntutan kebutuhan format bahasa yang kita pakai
  4. Buat pesan Anda jelas, tepat dan meyakinkan
  5. Pesan yang disampaikan harus fleksibel
Menurut Peppers dan Rogers (Journal of Global Business and Technology, Volume 1, Number 2, Fall 2005) ada empat langkah untuk mengimplementasikan strategi Customer Relationship Marketing, yaitu :

1. The identification of customers
Melalui identifikasi customer memungkinkan organisasi untuk memilah-milah customer-nya dari sisi yang memiliki kontribusi terbesar bagi organisasi, yang dimaksud dengan kontribusi adalah setiap usaha yang menimbulkan pendapatan bagi perusahaan atau organisasi. Setiap customer memiliki pribadi yang unik, dengan kebutuhan dan harapan yang berbeda, sehingga harus dapat diciptakan konsep jasa atau produk yang sesuai dengan keinginan mereka.
Menurut Kotler (2008), pelanggan yang mampu menghasilkan kontribusi berupa laba adalah orang, rumah tangga, atau perusahaan yang dari waktu ke waktu memberikan arus pendapatan yang jauh melebihi arus biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik, menjual, dan melayani pelanggan tersebut.

2. The differentiation of customers
The differentiation of customers implies that different customers receive a different level of service and a different product from the organisation, depending on the value to the organisation and their specific needs.
Hal ini berarti bahwa konsep pelayanan jasa yang diberikan kepada setiap customer, harus dapat menyentuh keinginan mereka, sehingga organisasi harus dapat memberikan konsep pelayanan yang sesuai dengan keinginan customer dan sesuai dengan kontribusi yang telah mereka berikan kepada organisasi.

3. Interaction with customers
This step refers to the importance of interacting with the customer in relationship building efforts through a variety of communication tools and technologies. This is necessary as the relationship can only develop and be sustained if there is communication with the customers regarding their needs, perceptions and desires.
Merupakan proses komunikasi dengan customer, melalui berbagai macam sarana alat komunikasi, untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai kebutuhan dan persepsi mereka.

4. Customisation of products, services and communication
Organisasi harus selalu menyesuaikan semua konsep produk, layanan dan proses komunikasi sesuai dengan karakteristik masing masing customer.
Tujuan utama dari Customer Relationship Marketing adalah the acquisition, retention and overall customer profitability of the specific group of customers (Kotler, 1997), yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Acquisition of customers, this refers to the need of organisation to find new customers for their products. This means they are required to develop strategies to attract potential customers to purchase the product. The cost of attracting a new customer is estimated to be five times the cost of keeping a current customer happy (Kotler, 1997).
Menyatakan bahwa biaya mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal lima kali lipat daripada mempertahankan pelanggan lama, bahkan menurut Harvard Business Review (Supriyanto, 2009, p.148) bahwa biaya untuk memperoleh pelanggan baru enam sampai tujuh kali lipat lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama.

2. Retention of customers, organisations also need to focus on existing customers in order to ensure that they continue purchasing and continue supporting the product. Organisations can increase their profitability by between 20% and 125% if they boost their customer retention rate by 5 percent (Peck et all, 2004).
Suatu organisasi dapat meningkatkan profitabilitas dengan meningkatkan retensi pelanggan.

3. Profitability, Customer profitability reflects the financial performance of customers with respect to all the costs associated with a transaction (Gordon, 1998). Profitability in the case of CRM is determined in the light of the lifetime value of the customer to the organisation, taking account the income and expenses associated with each customer and their respective
Inti Teori Maslow adalah kebutuhan tersusun dalam suatu hierarki, kebutuhan di tingkat yang paling rendah adalah kebutuhan fisiologis, dan kebutuhan di tingkat yang paling tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan tersebut didefinisikan sebagai berikut :

1. Psychological Needs (fisiologis)
Kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan, minum, udara, perumahan dan lain-lainnya. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan fisik ini merangsang seseorang berperilaku dan bekerja giat.

2. Safety and Security needs (keamanan dan keselamatan)
Merupakan kebutuhan akan keamanan dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam melakukan pekerjaan

3. Affiliation or Acceptance Needs (kebersamaan, sosial dan cinta)
Kebutuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok dan lingkungannya, karena manusia adalah makhluk sosial, sehingga selalu menginginkan kebutuhan-kebutuhan sosial.

4. Esteem or Status or Egoistic Needs (harga diri)
Kebutuhan akan penghargaan diri, pengakuan serta penghargaan dari kelompok maupun masyarakat lingkungannya. Kebanggaan dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status.

5. Self Actuallization (aktualisasi diri)
Kebutuhan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal, yaitu :
a. Kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dari luar. Pemenuhannya hanya berdasarkan keinginan atas usaha individu itu sendiri.
b. Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu. Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatkan jenjang karier seorang individu.
Older Posts Home

ABOUT ME

iwan_bhs

Selamat pagi...

Terima kasih telah mengunjungi blog ini...

Blog ini awalnya saya buat adalah semata-mata untuk membantu para mahasiswa S2 dan praktisi yang membutuhkan teori dan artikel yang dapat membantu tugas serta kegiatan sehari-hari dalam bidang pemasaran dan keuangan, khususnya rumah sakit.

Isi blog ini selain dari tesis saya, juga diambil dari beberapa referensi yang tercantum di artikel tersebut.

Saat ini, saya mencoba menulis apa yang saya tulis.... sehingga pokoknya belajar menulis.

Semoga blog ini bermanfaat, kalau memang ada yang kurang pas.... mohon di pas-kan, kalau ada yang salah.... mohon dibetulkan.

Selamat pagi... dan selalu senyum untuk semangat di setiap pagi

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Advertisement

Popular Posts

  • Strategi Bisnis di Pasar Baru
    Strategi Bisnis di Pasar Baru dengan Produk Baru Strategi Pemasaran D alam artikel sebelumnya telah kita bahas tentang  Ma...
  • What is Marketing .....
       iwan bhs pokoke nulis What is Marketing? Dr. Philip Kotler Answers Your Questions on Marketing Marketing is the science an...

Advertisement

Designed By iwanthemes | Distributed By Blogger Templates